Sabtu, 04 Desember 2010

MAKALAH SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Masalah-masalah yang timbul dewasa ini, merupakan akibat dari diterapkanya system pendidikan modern yang tidak mampu memberikan kesejahtraan terhadap kehidupan umat. Pendidikan modern yang sedang dijalankan ini lebih bersifat sekuler dan empiric karena pendidikan modern ini merupakan bagian dari system kapitalisme barat. Fakta yang mudah kita temui ialah sekolah tidak lebih hanya mencetak manusia-manusia yang sekuler. Adapun sistem kapitalisme yang berkembang sekarang ini sangatlah menggiurkan, sehingga masyarakat seakan terhipnotis dengan diterapkan system kapitalisme ini. Dengan alih-alih akan membantu masyarakat dalam berbagai bidang ternmasuk di dalamnya bidang pendidikan, seperti pendidikan gratis, pemberian beasiswa kepada masyarakat tidak mampu, mereka menjalankan propagandanya sehingga masyarakat tidak tahu niat buruk orang barat dan masyarakat terlanjur terlena dengan hal itu . Dalam kenyataannya system kapitalisme ini bukannya membuat system pendidikan yang ada menjadi lebih baik tetapi system pendidikan yang berkurikulum barat ini menyebabkan biaya sekolah sangat tinggi bahkan mencapai tingkat yang fantastis.
Mahalnya biaya pendidijkan, sulitnya masuknya lembaga pendidikan, kurikulum yang bernubah-ubah, system pendidikan yang sekularisme dengan dipishkannya antara ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum sehingga akan bertumpu kepada nilai-nilai matreaistik, hal ini akibat ketidakpahaman terhadap tujuan-tujuan pendidikan dan karateristik manusia yang akan dibentuk dari pendidikan itu. Sehingga kurikulum pendidikan modern hanyalah sarana Trial and error. Disni anak didik hanya berperan sebagai kelinci percoban pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai materialistik yang hanya akam menghasilkan anak dididk yang berpikir profite oriented semata.
Memang pendidikan modern memberikan banyak pengetahuan dan ilmu tetapi system ini gagal dalam mempersiapkan kader-kader yang dibutuhkan umat. Para sarjana menjadi bersandar kepada barat dalam semua aspek kehidupan.
Berbeada dengan system pendidikan yang diterapkan oleh islam dibawah naungan Daulah islam. Islam akan mengatur system pendidikan yang seharusnya dilaksanakan untuk umat dan hal ini pernah terjadi dalam sejarah islam. Sistem pendidikan islam pernah mencapai puncak keemasan baik dibidang pemerintahan, sosial, dan teknologi. Tokoh-tokoh penemu ilmu pengetahuan telah dihasilkan dari didikan masa keemasan pemerintah islam justru ini terjadi saat barat masih terbelenggu oleh suatu masa yaitu masa kegelapan (The Dark age) dalam bidang ilmu pengetahuan.
Ajaran islam juga menyerukan tentang wajibnya penerapan syariat islam dengan system pemerintahan yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Dalam menjalankan syariat itu dituntut adanya wadah yang berupa negara. Bentuk negara dalam ajaran islam adalah khalifah. Khalifah islam tugasnya mensejahterakan rakyatnya termasuk di dalamnya melayani kebutuhan umat terhadap pendidikan sampai tingkat tertinggi. Khalifah islam memberikan biaya sekolah yang gratis sampai tingkat sekolah yang paling tinggi dan menyediakan fasilitas-fasilitas untuk rakyatnya untuk belajar.
Oleh karena system pemerintahan yang sekarang bukan system khalifah islam, maka kita tidak akan mendapat sarana-sarana itu. Sistem pendidikan yang sekarang kita jalani yaitu system pendidikan yang diproduksi oleh orang-orang barat yaitu system pendidikan yang berorientasi kepada sistem kapitalisme yang menyesatkan. Tetapi dengan system khalifah islam kesejahtraan umat akan terjamin dalam berbagai bidang khususnya pendidikan. Malah hal yang sangat ironis ialah umat terlanjur mencap bahwa dengan diterapkan syariat islam tidak akan membawa kemajuan bahkan akan membawa kemundurun suatu peradaban bahkan yang lebih ekstrem lagi umat beanggapan bahwa syariat islam akan membawa suatu kehacuran terhadap peradaban umat manusia.
Inilah alasan saya mengapa memilih topik ini, dan saya akan akan mencoba meluruskan hal ini dan akan berusaha menjawab bahwa syariat ini tidak akan membawa suatu kemunduran bahkan syariat islam akan membawa kepada kemaslahatan umat. Fakta-fakta sejarah banyak memperlihatrkan bagaimana kehidupan umat pada masa kekhalifan Khulafaur Rasyidin, Basni Umayyah, dan Banni Abbasyah.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini, penulis merumuskan masakah mengenai :
a. Bagaimana system pendidikan islam mempengaruhi peradaban ?







BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Apa System Pendidikan Islam itu ?
Sistem pendidikan yang dijalankan di masa kekhalifahan islam merupakan system pendidikan yang berkurikulum islam yang disusun dari sekumpulan hukum-hukum syara dan berbagai peraturan administrasi yang berkaitan dengan pendidikan formal. Hukum syara yang berhubungan dengan pendidikan formal terpancar dari akidah islam dan mempunyai dalil-dalil yang kuat seperti mengenai materi pengajaran dan pemisahan antara murid laki-laki dan perempuan. Adapun tujuan dari sistem pendidikan yang berkurikulum islam ini, yaitu membangun kepribadian yang islami dengan cara menjalankan perangkat pembinaan, pengaturan di seluruh aspek pendidikan melalui penyusunan, adanya pemilihan guru yang berkompertensi dan adanya pemantau prestasi anak didiknya. Berkaitan dengan penyediaan tenaga pengajar, Rosullullah pernah mengirimkan beberapa tenaga pengajar untuk mengajar masyarakat tentang islam. Rosullulah juga mengizinkan sekelompok kaum muslimin yang lain untuk mengajar. Beliau pernah mengirimkan sekelompok kaum muslimin ke daerah Udlal dan Al-Qarah di Ar-Ragi dekat Al Hud’ah ( antar Mekah dan Thaif ) untuk mengajar islam dan Alqur’an kepada penduduk setempat. Tenaga pengajar ini berjumlah sepuluh orang , terdiri dari sahabat Muhajirin, dan empat sahabat Anshar.
Adapun program pendidikan dalam system pendidikan islam yaitu mewujudkan manusia-manusia yang berakidah islam, dan akidah islam ini berlaku pula bagi seluruh tata aturan politik kenegaraan, seperti politik keuangan, politik perekonomian, dan lain-lain.. Atas dasar asas aqidah islam inilah diletakan pula segala aspek mengenai mata pelajaran beserta teori-teori dan metode pendidikan
2.2. Kekhalifahan islam dalam menjalankan Sistem Pendidikannya
Sistem pendidikan berkurikulum barat yang dijiwai oleh semangat kapitalisme banyak dugunakan negara-negara dewasa ini, ini menyebabkan secara tidak langsung biaya pendidikan sangat tinggi dengan segala dalih untuk biaya gedung, atau sumbangan ujian, legalisasi dan segala tektek bengek biaya lainnya. Maka yang menjadi pihak yang tertekan adalah masyarakat yang ekonominya rendah yang nota bene mereka telah dihisap habis-habisan oleh sistem kapitalisme. Dengan biaya pendidikan yang mahal akhirnya mereka tidak bisa mengenyam pendidikan. Maka terciptalah dua golongan sosial antara yang berkesempatan sekolah dan yang dikalahkan. Bagi yang kalah terciptalah social class phoby keadasan yang timbul yaitu rasa dendam terhadap penguasa lebih-lebih mereka menjadi kaum skeptifatalisme.
Berbeda dengan system pendidikan yang bersifat sekuler ini yang banyak menimbulkan berbagai persoalan, maka system pendidikan islam yang pernah dijalankan khalifah sangat jauhlah berbeda. Pada masa kekhalifahan islam program pendidikan sangatlah jelas dan terarah, bahkan dengan system pendidikan islam ini sudah mencapai puncak keemasannya. Sistem islam mengatur mulai dari konsep sampai pelaksanaan teknis. Kurikulum pendidikan islam yang berorientasikan pada akidah islam yang sudah menjadi asas yang bagi kehidupan seorang muslim.. Maka seluruh pengetahuan yang yang terima seorang muslim harus berdasarkan aqidah islam pula, baik hal itu berupa pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan bersifat personal atau hubungan antara sesama muslim. Metode ini pernah dijalankan rosullullah SAW untuk mengajak manusia masuk islam. Beliau mengajak mereka memeluk aqidah islam terlebih dahulu, setelah itu barulah beliau mengajari mereka hukum-hukum islam.
Aqidah islam sebagai dasar kurikulum bukan berarti setiap ilmu pengetahuan harus bersumber dari aqidah islam. Adapun yang dimaksud dengan meletakan aqidah islam sebagai dasar dari ilmu pengetahuan selain yang menyangkut masalah keimanan dan hukum ialah agar aqidah islam dijadikan sebagai standar ukuran. Sistem pendidikan yang berstandarkan nilai aqidah islam ini membebaskan seluruh bentuk biaya yang berkenaan dengan pendidikan. Dalil yang menunjukan bahwa pendidikan bebas biaya menjadi tanggung jawab jawab Khalifah islam ialah berdasarkan ijma para sahabat yang memberi gaji kepada para pengajar dari baitul mal. Hal ini terjadi di jaman Khalifah Umar bin Khatab bahwasannya ada 3 orang guru di Madinah yang mengajar anak-anak di Madinah dan Khalifah Umar memberi gaji lima belas dinar ( kurang lebih 63,75 gram emas) dalam setiap bulannya. Disamping itu juga Rosulullah pernah mengeluarkan peraturan dalam menentukan tebusan tawanan perang Badar yang berupa keharusan mengajar sepuluh kaum muslimin. Ini membuktikan bahwa masalah pendidikan menjadi tanggung jawab Khalifah. Dalam system pendidikan islam juga mengatur jenjang pendidikan tingkat atas, bahwasannya harus dipisahkannya antara pengetahuan pokok dengan pengetahuan pelengkap. Adapun yang termasuk pengetahuan pokok antara lain ilmu kedokteran, tekhnik, astronomi, sospol, mineral teknologi dan sejenisnya yang mutlak. Adapun ilmu pengetahuan yang dianggap pelengkap adalah seperti ilmu sastra dan sejenisnya, sejarah, kesenian, dan ilmu bumi. Ilmu pengetahuan pelengkap ini boleh diadakan bila negara mempunyai sarana dan kemampuan untuk menyediakannya. Apabila negara tidak mampu bisa dihilangkan atau proporsinya dikurangi.
Selain mengatur masalah biaya pendidikan, system pendidikan islam juga mengatur secara rinci bagaimana kedudukan sekolah-sekolah negeri, sekolah swasta,dan sekolah asing. Khalifah islam juga menyediakan bagi rakyatnya sekolah, institute, universitas dengan berbagai jurusan. Selain sekolah-sekolah yang dibangun oleh negara, khalifah juga memberikan peluang bagi kaum muslimin yang mampu untuk mendirikan sekolah, universitas, atau lembaga pendidikan yang lainnya termasuk didalamnya seluruh sarana pendukungnya. Di dalam masa kekhalifan islam adanya larangan untuk mendirikan sekolah, Universitas maupun institute milik orang asing di negeri kaum muslimin. Tetapi berbeda dengan zaman sekarang banyak sekali sekolah-sekolah asing yang bertebaran di negeri muslim seperti Universitas Amerika di Beirut, Istambul dan Kairo, Sekolah-sekolah sentral misionaris seperti Al-Jamiah Al-Yasuiyah di Beirut, sekolah Frere Delasalle dan Institut Perancis di Lahore, perguruan-perguruan Kristen di Uganda, Mesir, Sudan dan negeri-negeri muslim lainnya. Begitu pala lembaga-lembaga pendidikan yang dibawah pemerintahan Inggris, seperti pusat kebudayaan Inggris di kota Alai (Libanon) dan sekolah Jerman “ Scheller” di Amman ( Jordania) dan banyak lagi sekolah-sekolah asing yang berada di negeri-negeri muslim. Maka dimana khalifah islam tegak kembali sekolah-sekolah asing tersebut harus ditutup.
Selain itu juga Khalifah islam menganjurkan untuk menuntut ilmu melalui berbagai media, seperti dari ceramah-ceramah agama, pengkajian-pengakajian rutin yang diadakan di rumah-rumah, masjid, perpustakaan, dan laboratorium. Masa khalifah Abbasiah di Baghdad tersebar majelis tak’lim yang diadakan di rumah-rumah, gedung-gedung pemerintahan dan di masjid-masjid yang di isi oleh para ulama yang senantiasa mendiskusikan ilmu pengetahuan.. Bahkan Khalifahnya sendiri dan para pejabat tnggi negara senantiasa hadir dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Pada waktu itu khalifah pernah menyediakan hadiah bagi siapa saja yang menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Sehingga di masa itu ilmu pengetahuan mengalami puncak perkembangannya yang gemilang.
2.3 Sumbangan sistem pendidikan islam terhadap kemajuan peradaban
Sistem pendidikan islam yang di opinikan sebag system pendidikan yang kolot yang tidak akan membawa kemajuan bahkan system pendidikan ini akan membawa suatu kemunduran peradaban, ternyata sangatlah tidak benar Oleh karena masyarakat yang mengenyam pendidikan yang berkurikulum barat ini, sangatlah pantas mereka beropini seperti itu, karena pola pikir mereka telah diubah sehingga mereka sangat mengagung-agungkan kebudayaan barat yang diklaim mereka adalah peradaban yang paing maju. Oleh karena pola pikir masyarakat sudah berpikir ala barat yang sekuler, pantaslah mereka menutup diri dengan adanya system pendidikan yang berlandaskan aqidah islam dan akhirnya menjelek-jelekan system pendidikan islam ini.
Anggapan yang negative ini sangatlah tidak masuk akal, karena anggapan yang dilontarkan mereka tidak sesuai dengan kenyataan. Sejarah islam mencatat bahwa pada masa kekhalifahan islam pedidikan dan ilmu pengetahuan sangatlah maju bahkan mencapai puncak yang gemilang. Ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran, filsafat, olah raga , syair, ilmu mantic dan ilmu musik sangatlah berkembang dimasa kekhalifahan islam. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Selain itu juga pada masa kekhalifahan islam banyak melahirkan ribuan ulama yang memiliki sifat-sifat ilmuan yang sangat berkompeten di bidang ilmu yang di tekuninya, beberapa diantaranya Abu Ishak Al-Kindi, adalah tokoh yang menekuni di bidang filsafat, kedokteran, ilmu musik,dan ilmu mantic. Ibnu Sina mempelajari mengenai Al-qur’an dan ilmu-ilmu islam, selain itu juga dia ahli di bidang filsafat, kedokteran, ilmu-ilmu alam, mantiq, syair, dan matematika. Al-Hasan bin Al-Haitsam yang terkenal dengan lewat penemuan tentang fenomena optic. Beliau juga mempelajari juga filsafat, aljabar, kedokteran,, fisika dan ilmu-ilmu alam yang lain. Disamping mereka mempelajari ilmu-ilmu islam, mereka pun aktif menerjemahkan, mengarag, dan mengkaji materi-materi ilmiah yang bergam topiknya. Hal ini terjadi semenjak abad ke 2 hijriah, tatkala kebangkitan ilmu dan pmikiran mencapai puncaknya. Dengan melihat fakta-fakta sajarah yang menunjukan bagaimana system pendidikan islam membawa kemajuan terhadap perkembangan ilmu pengatahuan, masihkah kita beanggapan bahwa islam akan membawa kepada kemunduran peradaban. Kita dapat membandingkan bagaimana system pendidikan yang sekarang sedang dijalankan yaitu system pendidikan yang sekuler dengan system pendidikan yang berlandaskan aqidah islam. Dengan melihat fakta-fakta diatas sepatutrnya kita mulai berpikir tentang hal ini dan mulai memperjuangkan penerapan system pendidikan yang berstandarkan aqidah islam.

]











BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Dari serangkaian pembahasan yang telah diuraikan di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa :

1. Sistem pendidikan islam yang banyak dianggap sebagai system pendidikan yang hancur ternyata salah besar. Anggapan-anggapanI seperti ini merupakan anggapan dari orang-orang yang ingin menghancurkan islam. Oleh karena itu mereka opinikan bahwasannya islam itu identik dengan hal-hal yang kuno yang ajaran-ajarannya tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu juga dengan semangat kapitalismenya orang-orang barat mencoba mempengaruhi umat untuk jauh dengan syariat dan mengubah pola pikir umat menjadi sekuler dan empiric.
2. Sistem pendidikan islam memberikan solusi yang tepat dan ini memang seharusnya dilakukan oleh negara dalam rangka melayani umat yaitu membebaskan biaya pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk umat. Sistem pendidikan yang seperti ini tidak dimiliki oleh negara yang menganut paham selain paham yang beridiologikan islam
3. Oleh karena system pendidikan kita sekarang bukan system pendidikan islam, dan kita juga masih banyak dituntut untuk membayar biaya-biaya pendidikan sangat yang tinggi. Maka dengan situasi seperti itu seharusnya system pendidikan kita juga harus dirubah menjadi system pendidikan yang berkurikulum aqidah islam, dan hal ini bukan hal yang mustahil.
4. Dalam mewujudkan system pendidikan islam yang mutlak maka diperlukan alat yang menjamin kelangsungannya yaitu adanya Daulah islamiah yang dipegang oleh seorang Khalifah sebagai pemegang tangguk kekuasaan islam. Maka jalan keluar yang mendasar untuk merubah system pendidikan ini yaitu, pertama harus adanya khalifah sebagai pemegang kekuasaan di negeri-negeri islam. Oleh karena itu saya mengajak untuk bersama-sama memperjuangkan tegaknya khalifah demi tercapainya system pendidikan yang berkurikulum islam..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar